Suwawa, Berita – Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan meminta seluruh jajaran PKK tidak berhenti pada rutinitas menjalankan program. Setiap kerja kader harus memiliki bukti, terdokumentasi dengan baik, dan diketahui masyarakat agar dampaknya benar-benar terasa.
Pesan itu disampaikan Nani saat menghadiri Sosialisasi Hasil Rakernas X PKK Tahun 2025 bagi TP PKK Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Aula Bappeda Litbang Bone Bolango, Kamis (26/8/2026).
Menurut Nani, keberhasilan gerakan PKK tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Lebih dari itu, setiap kegiatan harus mampu menunjukkan manfaat dan perubahan yang dihasilkan bagi masyarakat.
Ia menilai masih ada kegiatan PKK yang sebenarnya telah dilaksanakan dengan baik, bahkan memiliki dokumentasi dan laporan yang bagus, tetapi tidak diketahui masyarakat karena minim publikasi.
“Yang paling penting adalah ada kegiatan, ada dokumentasi dan ada publikasi. Ini harus semuanya ada,” tegas Nani.
Sebaliknya, Nani juga mengingatkan agar publikasi tidak sekadar menampilkan foto kegiatan tanpa dibarengi kerja nyata. Karena itu, tiga unsur tersebut harus berjalan beriringan sebagai bagian dari tata kelola gerakan PKK.
Nani juga meminta hasil Rakernas X PKK tidak berhenti sebagai dokumen yang hanya dibaca kemudian disimpan. Seluruh jajaran PKK, mulai dari provinsi hingga desa, harus memahami isi dan perubahan kebijakan yang tertuang dalam hasil Rakernas tersebut.
Ia menilai pemahaman yang sama diperlukan agar program PKK dari tingkat provinsi hingga Dasawisma tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kita harus menyamakan pemahaman dan persepsi antara PKK Provinsi, Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat Dasawisma sehingga program kerja kita menjadi lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, kader di tingkat kecamatan, desa, kelurahan dan Dasawisma menjadi ujung tombak karena berada paling dekat dengan masyarakat. Dari lapisan inilah kondisi keluarga, persoalan sosial hingga kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara langsung.
Karena itu, Nani menempatkan penguatan data sebagai salah satu agenda penting dalam pelaksanaan hasil Rakernas X PKK.
“Penguatan data kelompok PKK desa, data-data ini harus akurat. Ini adalah kunci keberhasilan program PKK kita,” katanya.
Sejalan dengan pesan tersebut, Ketua TP PKK Bone Bolango Ruwaida Ismet Mile melaporkan penguatan Dasawisma terus dilakukan di daerah tersebut.
Sejak beberapa bulan terakhir, pembentukan Dasawisma yang ditetapkan melalui SK Bupati Bone Bolango telah menjangkau 11 dari 18 kecamatan.
“Ini merupakan ujung tombak PKK yang merupakan mitra kerja pemerintah di tengah masyarakat,” kata Ruwaida.
Penguatan Dasawisma tersebut diharapkan semakin memperpendek jarak antara program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di tingkat keluarga. (Tim Redaksi)














