Jakarta, Berita – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali mencatat capaian di tingkat nasional usai meraih Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, dalam acara penganugerahan IKD Tahun 2026 di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Sekda Iwan Mustapa mengatakan, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Bone Bolango untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Namun yang lebih penting, capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan melalui penerapan praktik keinsinyuran yang profesional, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengedepankan aspek keamanan dan keberlanjutan,” kata Iwan.
Pengukuran IKD 2026 memiliki arti penting karena merupakan pengukuran pertama yang dilaksanakan secara nasional melalui kolaborasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.
Pada pelaksanaan perdana tersebut, sebanyak 327 pemerintah daerah ambil bagian, terdiri atas 37 provinsi, 247 kabupaten, dan 43 kota. Jumlah tersebut mencapai 59,89 persen dari total 546 pemerintah daerah di Indonesia.
Menurut Iwan, IKD tidak semata-mata menjadi instrumen penilaian maupun penghargaan bagi pemerintah daerah. Lebih dari itu, indeks tersebut dapat menjadi gambaran sejauh mana praktik keinsinyuran telah diterapkan dalam proses pembangunan.
“Indeks Keinsinyuran Daerah bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi cerminan bagaimana pemerintah daerah memastikan setiap pembangunan direncanakan dan dilaksanakan dengan standar keahlian yang tepat. Ini penting agar pembangunan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat sekaligus mendukung efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran,” ujarnya.
IKD sendiri bertujuan memetakan penerapan praktik keinsinyuran di daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembangunan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Penerapan praktik keinsinyuran juga memiliki manfaat strategis, terutama dalam menjamin kualitas dan keamanan infrastruktur, meningkatkan efisiensi anggaran, memperkuat akuntabilitas, serta mendorong daya saing daerah.
Iwan menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, tenaga keinsinyuran, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya agar pembangunan di Bone Bolango semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, capaian ini akan kami jadikan momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, para insinyur, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami ingin pembangunan di Bone Bolango semakin berkualitas, inovatif, aman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dirinya berharap, penghargaan IKD 2026 tidak berhenti sebagai capaian, tetapi menjadi pemacu bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pembangunan yang terukur, berbasis keahlian dan IPTEK, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Tim Redaksi)













