Bone Bolango, Berita – Bappeda Litbang Bone Bolango menggandeng Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) untuk mendorong hasil riset menjadi inovasi terapan dan melahirkan wirausaha baru yang berdaya saing.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang diinisiasi Pusat Studi Inovasi dan Inkubasi Bisnis LPPM UMGo. Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan di Kabupaten Bone Bolango.
Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, mengatakan keterlibatan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Menurutnya, potensi riset perlu dihubungkan dengan persoalan dan peluang nyata di masyarakat agar dapat memberikan dampak bagi pembangunan.
“Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah serta menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Sri Mulyani Lalijo saat menjadi Keynote Speaker pada kegiatan Workshop Perijinan IKM/UMKM di Kecamatan Kabila Bone , Kamis (22/10/2026)
Melalui MoA tersebut, Bappeda Litbang dan LPPM UMGo sepakat bekerja sama dalam pengembangan riset dan inovasi daerah, pendampingan serta inkubasi bisnis bagi pelaku usaha dan calon wirausaha, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung perencanaan pembangunan.
“Salah satu fokusnya ialah memperkuat pendampingan usaha agar gagasan dan hasil penelitian memiliki peluang untuk diterapkan. Melalui inkubasi bisnis, pelaku usaha dan calon wirausaha diharapkan memperoleh dukungan untuk mengembangkan produk, meningkatkan kapasitas, serta membangun usaha yang lebih mandiri dan kompetitif,” jelasnya.
Ketua LPPM UMGo, Indri Afriyani Yasin, menyatakan pihaknya siap mendukung implementasi kerja sama tersebut. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjembatani hasil riset dengan kebutuhan nyata di lapangan, termasuk melalui pendampingan dan inkubasi bisnis.
“Pusat Studi Inovasi dan Inkubasi Bisnis akan menjadi motor penggerak dalam mendampingi para pelaku usaha dan menghadirkan inovasi yang aplikatif,” katanya.
Dia berharap kerja sama ini menjadi pijakan untuk membangun ekosistem inovasi dan kewirausahaan yang berkelanjutan di Bone Bolango. Dengan keterhubungan antara riset, perencanaan pembangunan, dan pengembangan usaha, inovasi diharapkan tidak hanya memperkaya gagasan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Tim Redaksi)













