Bone Bolango, Berita – Pelaku UMKM di Kabila Bone difasilitasi penggunaan QRIS oleh Bank SulutGo (BSG) Cabang Suwawa untuk menangkap peluang ekonomi dari sektor wisata bahari, termasuk wisata hiu paus.
Fasilitasi tersebut menjadi bagian dari Workshop Perizinan IKM/UMKM di Kecamatan Kabila Bone yang menghadirkan Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, sebagai keynote speaker, Kamis (22/10/2026).
Sri Mulyani menjelaskan, upaya ini guna mendorong 20 pelaku usaha di Kabila Bone tidak hanya memiliki produk yang dapat dipasarkan, tetapi juga mampu mengikuti perubahan cara konsumen bertransaksi.
“Melalui QRIS, pelaku UMKM dapat menerima pembayaran nontunai dengan lebih praktis, cepat, dan aman. Konsumen pun memiliki pilihan pembayaran yang lebih mudah tanpa harus selalu menyiapkan uang tunai,” jelasnya.
Baginya, kemudahan transaksi digital menjadi semakin relevan karena kawasan ini memiliki potensi wisata bahari, termasuk destinasi hiu paus, yang membuka peluang bagi usaha masyarakat untuk menjangkau pengunjung. Produk kuliner, olahan lokal, dan berbagai layanan bagi wisatawan berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha setempat.
“Namun, peluang tersebut perlu ditopang kesiapan UMKM dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Penggunaan QRIS menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki pengalaman bertransaksi sekaligus membantu usaha lokal beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Sri Mulyani Lalijo menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian penting dari pengembangan potensi ekonomi kawasan. Kesiapan pelaku usaha, termasuk dalam memanfaatkan layanan keuangan digital, diperlukan agar peluang yang muncul dari aktivitas pariwisata dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Fasilitasi QRIS oleh BSG Cabang Suwawa juga memperlihatkan peran perbankan dalam mendukung pengembangan UMKM, tidak hanya melalui akses keuangan, tetapi juga pemanfaatan teknologi pembayaran. Dukungan ini melengkapi upaya peningkatan kapasitas dan legalitas usaha yang dibutuhkan agar UMKM dapat berkembang lebih terarah.
“Pemanfaatan QRIS diharapkan semakin meluas di kalangan pelaku UMKM Kabila Bone. Dengan usaha yang lebih adaptif dan layanan transaksi yang mudah, pelaku usaha lokal diharapkan mampu menangkap peluang dari pertumbuhan pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya. (Tim Redaksi)














