Bone Bolango, Berita – Kejaksaan Negeri Bone Bolango menghadirkan program Wisata Anak Sadar Hukum untuk mengajak pelajar mengenal tugas kejaksaan dan menyaksikan langsung proses persidangan.
Program yang digagas Kepala Seksi Intelijen Kejari Bone Bolango, Rizky Putradinata, ini menjadi tindak lanjut dari kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Pendekatan tersebut dirancang agar edukasi hukum lebih interaktif, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar.
Melalui program ini, pelajar diajak mengunjungi Kantor Kejaksaan Negeri Bone Bolango untuk mengenal aktivitas jaksa, tugas dan kewenangan kejaksaan, serta berbagai layanan hukum yang tersedia. Mereka tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga berkesempatan menyaksikan lingkungan kerja aparat penegak hukum secara langsung.
Pengalaman belajar kemudian diperluas dengan mengajak pelajar melihat proses persidangan perkara pidana di pengadilan. Dari sana, mereka dapat mengenal tahapan peradilan, memahami peran para pihak yang terlibat, serta melihat bagaimana proses hukum berjalan dalam praktik.
Kepala Kejaksaan Negeri Bone Bolango, Feddy Hantyo Nugroho mengungkapkan, melalui penguatan program edukasi hukum ini mendorong hadirnya pendekatan yang inovatif, komunikatif, dan berkelanjutan dalam membangun kesadaran hukum, khususnya di kalangan pelajar.
Inisiatif Rizky Putradinata menempatkan pengalaman langsung sebagai bagian penting dari pendidikan hukum. Dengan cara ini, kegiatan JMS tidak berhenti pada penyampaian materi di sekolah, tetapi berlanjut menjadi pembelajaran kontekstual yang membantu pelajar menghubungkan aturan hukum dengan kehidupan nyata.
“Lebih dari sekadar mengenalkan profesi jaksa dan proses persidangan, program ini diarahkan untuk menanamkan nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap aturan sejak dini. Pelajar diharapkan memahami bahwa hukum bukan sekadar kumpulan larangan, melainkan perangkat untuk menjaga ketertiban, melindungi hak setiap orang, dan mewujudkan keadilan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap Wisata Anak Sadar Hukum dapat memperkuat upaya pencegahan pelanggaran melalui pendidikan dan pembentukan karakter. Dukungan sekolah, orang tua, dan pihak terkait juga diperlukan agar kesadaran hukum yang diperoleh pelajar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pendekatan belajar di luar kelas ini, Kejari Bone Bolango berupaya mendekatkan hukum dengan dunia anak. Harapannya, generasi muda tidak hanya mengenal lembaga penegak hukum, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang sadar hukum dan berintegritas,” tutupnya. (Tim Redaksi)













