Tapa, Berita – Komitmen memperkuat layanan Posyandu digencarkan di Bone Bolango. Melalui roadshow pembinaan dan monitoring implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, perhatian nyata terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan lewat bantuan ratusan paket serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Langge, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Senin (4/6/2026).
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara maraton dengan membawa sejumlah bantuan untuk masyarakat. Sebanyak 118 paket bantuan disalurkan kepada warga Desa Langge.
“Tidak hanya itu, kami juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan dokter spesialis penyakit dalam, sebagai bentuk dukungan langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,”ujarnya.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Penasehat Tim Pembina Posyandu yang juga Bupati Bone Bolango, Ismet Mile. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, bantuan yang datang tidak hanya membawa manfaat material, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah provinsi khususnya Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo terhadap masyarakat desa.
Ismet juga menegaskan pentingnya pelaksanaan enam SPM Posyandu secara serius dan terintegrasi. Ia menyatakan telah melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan program berjalan optimal.
“Saya ingin agar tidak ada pihak yang mengabaikan pelaksanaan program tersebut,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Langge, Salim Sunati, turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menyebut kehadiran bupati di desanya menjadi momen bersejarah, sekaligus memberikan semangat baru bagi masyarakat.
Dengan jumlah penduduk mencapai 1.058 jiwa yang tersebar dalam 348 kepala keluarga, Desa Langge terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Salim juga menjelaskan bahwa implementasi enam SPM Posyandu di desanya telah berjalan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan kader kesehatan. Dari 161 pasangan usia subur, sebanyak 121 di antaranya telah memanfaatkan layanan keluarga berencana, yang menjadi indikator penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. (Tim Redaksi)













