Tapa, Berita – Harga bahan pokok di Pasar Rakyat Talumopatu mulai menunjukkan pergerakan. Dari 39 komoditas yang dipantau, tiga komoditas mengalami perubahan harga, dengan cabai rawit merah kembali naik sementara ikan tongkol justru turun.
Kenaikan cabai rawit menjadi pergerakan paling mencolok, harganya bergerak dari Rp133.333 menjadi Rp140.000 per kilogram atau naik sekitar 5 persen dalam sehari. Selain berada pada level harga tinggi, kenaikannya dalam sehari menunjukkan adanya perubahan pada kondisi pasokan atau distribusi di tingkat pasar.
Meski demikian, pergerakan harga hari ini belum menunjukkan tekanan yang terjadi secara merata. Justru pada komoditas perikanan, harga bergerak ke arah sebaliknya.
Ikan tongkol turun cukup tajam dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Penurunan sekitar 14 persen itu menjadi salah satu perubahan terbesar dalam pemantauan kali ini dan dapat mencerminkan membaiknya pasokan pada komoditas tersebut.
Sementara itu, kacang tanah bergerak naik tipis dari Rp43.333 menjadi Rp45.000 per kilogram. Kenaikan ini relatif kecil dibandingkan perubahan pada cabai rawit maupun penurunan harga ikan tongkol.
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa dinamika harga di Pasar Talumopatu belum bergerak dalam satu arah. Sebagian komoditas mengalami kenaikan, sementara komoditas lainnya justru mengalami penurunan. Kondisi ini lebih menggambarkan perubahan pasokan pada masing-masing komoditas dibandingkan tekanan harga yang terjadi secara menyeluruh.
Di tengah pergerakan tersebut, sejumlah komoditas pangan strategis masih bertahan pada harga sebelumnya. Beras Cap IR 64 tercatat Rp15.000 per kilogram, Beras SPHP Bulog Rp12.000 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, gula pasir curah Rp19.000 per kilogram, dan daging sapi paha belakang Rp150.000 per kilogram.
Stabilnya komoditas-komoditas tersebut menjadi penyeimbang di tengah naiknya beberapa harga. Artinya, perubahan yang terjadi pada tiga komoditas belum mengubah keseluruhan struktur harga pangan yang dipantau di Pasar Talumopatu.
Namun, pergerakan cabai rawit tetap menjadi catatan penting. Komoditas hortikultura dikenal lebih sensitif terhadap perubahan pasokan sehingga kenaikan harian perlu terus dipantau untuk melihat apakah hanya bersifat sementara atau berlanjut pada hari-hari berikutnya. (Tim Redaksi)













