Bali, Berita – Ketua TP PKK Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile, didampingi Staf Ahli TP PKK, Gamaria Djura, bersama jajaran menghadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Wilayah Tengah di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Bali, Kamis (22/10/2026).
Ruwaida Ismet Mile mengatakan, pertemuan tersebut untuk menyelaraskan perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Ruwaida menjelaskan, penggabungan tiga agenda kelembagaan ini menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendorong penggunaan anggaran yang lebih efektif. Dengan perencanaan dan tindak lanjut yang terintegrasi, program ketiga lembaga diharapkan dapat saling mendukung dan memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.
“Hasil pertemuan ini memberikan sejumlah masukan bagi Bone Bolango, terutama dalam memperkuat tata kelola, menyusun perencanaan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program di lapangan,” jelasnya.
Dalam bidang Posyandu, Bone Bolango telah mencatat prestasi dengan meraih juara pertama tingkat Provinsi Gorontalo selama dua tahun berturut-turut. Ruwaida menyebut, lebih dari 50 persen Posyandu di daerah itu telah menerapkan pelayanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), dengan keterlibatan sekitar 12 OPD teknis.
Meski capaian tersebut menjadi modal penting, Ruwaida mengatakan pemerintah daerah masih perlu melakukan pembenahan agar Posyandu Bone Bolango mampu bersaing pada penilaian tingkat nasional. Evaluasi akan diarahkan pada perencanaan, pelaksanaan, pendampingan kader, dan keberlanjutan layanan.
Selain Posyandu, TP PKK Bone Bolango juga meraih prestasi di tingkat provinsi, di antaranya juara pertama lomba cipta menu. Capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas program dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Rangkaian agenda penguatan tata kelola ini dilaksanakan di tiga wilayah Indonesia, yakni Sorong untuk wilayah timur, Jakarta untuk wilayah barat, dan Bali untuk wilayah tengah. Pertemuan di Bali menjadi bagian dari upaya menyelaraskan langkah lembaga di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Ruwaida berharap, hasil pertemuan nasional tersebut dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di Bone Bolango. Kolaborasi TP PKK, Dekranasda, dan TP Posyandu diharapkan tidak hanya memperkuat koordinasi kelembagaan, tetapi juga mendorong pelayanan yang lebih berkualitas dan menjawab kebutuhan masyarakat. (Tim Redaksi)














