Tapa, Berita – Bupati Bone Bolango Ismet Mile tidak ingin melihat perubahan Tapa-Bulango hanya dengan bertambahnya jumlah kecamatan dan desa.Lebih dari itu, ia menagih kerja nyata agar perubahan wilayah tersebut benar-benar berujung pada kehidupan masyarakat yang lebih aman, terlayani dan sejahtera.
Pesan itu disampaikan Ismet Mile saat menghadiri Pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Tapa yang dirangkaikan dengan Bimtek Peningkatan Kapasitas Tim Pengurus Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Wilayah Tapa Bulango, di Aula PKBM Desa Kramat, Kecamatan Tapa, Rabu (16/9/2026).
Didampingi Ketua TP PKK Bone Bolango Ruwaida Ismet Mile, Staf Ahli I TP PKK, Gamaria Djura dan Sekda Iwan Mustapa, Ismet mengingatkan bahwa Tapa Bulango telah mengalami perubahan besar. Kawasan yang sebelumnya hanya terdiri dari satu kecamatan kini berkembang menjadi lima kecamatan dengan puluhan desa.
Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar perubahan administrasi pemerintahan. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dan perhatian yang merata.
Karena itu, Ismet meminta para kepala desa, TP PKK, kader Posyandu dan seluruh unsur pemerintahan di tingkat bawah memahami betul peran masing-masing sebagai pihak yang paling dekat dengan masyarakat.
“Sejahtera tidak boleh berhenti sebagai kata dalam program maupun slogan pembangunan. Kesejahteraan harus terlihat dari kemampuan pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak berhenti pada seremoni. Pengetahuan, program dan kapasitas yang dibangun melalui kegiatan tersebut harus diterjemahkan menjadi kerja yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Ismet juga menyinggung dinamika politik yang pernah mewarnai perjalanan masyarakat Tapa. Ia menegaskan tidak ingin perbedaan pilihan pada masa lalu menjadi beban dalam membangun daerah.
Menurut Ismet, seluruh masyarakat tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan pemerintah. Tidak ada ruang untuk membedakan masyarakat berdasarkan pilihan politiknya.
“Energi pemerintah dan masyarakat kini harus diarahkan pada pekerjaan yang lebih penting yaitu membangun wilayah dan memperbaiki kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Ismet menekankan, perkembangan Tapa Bulango harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Pertambahan wilayah pemerintahan harus diikuti kemampuan aparatur dan pemerintah desa dalam membaca persoalan, mengelola potensi, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tidak terabaikan.
“Di sinilah peran PKK dan Posyandu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan masyarakat. Bukan berdiri sendiri, tetapi menjadi ujung dari kerja bersama pemerintah dalam memastikan kebutuhan warga teridentifikasi dan ditangani,” ujarnya.
Ismet berharap seluruh unsur yang hadir tidak sekadar menjalankan tugas karena kewajiban, tetapi memiliki kesadaran bahwa setiap pekerjaan pemerintahan pada akhirnya bermuara pada masyarakat. (Tim Redaksi)














