Suwawa, Berita – Bunda Literasi Bone Bolango Ruwaida Ismet Mile meminta orang tua mengawasi penggunaan gadget agar anak tidak terpapar konten yang belum sesuai dengan usianya.
Menurut Ruwaida, literasi tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Anak juga harus dibekali kemampuan memahami, menyaring, dan mengkritisi informasi sejak usia dini.
“Literasi itu tidak cuma membaca dan menulis, tetapi juga memahami dan mengkritisi segala masalah,” ujarnya.
Karena itu, penguatan literasi harus dimulai dari lingkungan terdekat anak. Orang tua, guru, PKK, hingga lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan tersebut.
Ruwaida menyebut literasi mencakup enam kemampuan dasar, yakni baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan.
Ia mencontohkan literasi sains yang dapat dikenalkan melalui kegiatan sederhana di luar kelas. Anak bisa diajak mengenal alam, bermain, mengamati lingkungan, dan belajar melalui pengalaman.
Di sisi lain, orang tua diminta tidak membiarkan anak terlalu lama bermain HP. Pengawasan diperlukan karena gawai juga membuka akses terhadap berbagai konten yang belum sesuai dengan usia anak.
“Sebisa mungkin kita cegah anak-anak,” tegasnya.
Menurut Ruwaida, membangun budaya literasi di era digital bukan sekadar membuat anak gemar membaca. Yang lebih penting, anak mampu memahami apa yang dilihat, memilah informasi, dan mengetahui mana yang baik serta mana yang harus dihindari. (Tim Redaksi)














