Tapa, Berita – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talumopatu, Bone Bolango, belum menunjukkan gejolak berarti. Mayoritas komoditas bertahan pada harga yang sama dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya, memberi ruang bagi masyarakat untuk berbelanja tanpa dibayangi lonjakan harga harian.
Berdasarkan laporan harian pemantauan harga, stabilitas terlihat hampir di seluruh kelompok komoditas. Namun, sejumlah bahan pangan masih berada pada level harga tinggi dan menjadi perhatian, terutama cabai rawit merah yang bertahan di angka Rp133.333 per kilogram.
Cabai merah keriting juga belum bergerak dari Rp90.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi paha belakang masih menjadi komoditas dengan harga nominal tertinggi, yakni Rp150.000 per kilogram, disusul ikan teri Rp110.000 per kilogram.
Pada kelompok beras, harga juga belum mengalami perubahan. Beras Cap IR 64 medium masih dijual Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras SPHP Bulog berada di level Rp12.000 per kilogram.
Stabilitas serupa terlihat pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng curah berada di kisaran Rp19.000 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp24.000 per liter, sedangkan Minyakita bertahan Rp15.700 per liter.
Harga gula pasir curah tercatat Rp19.000 per kilogram dan tepung terigu Rp13.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan protein hewani, daging ayam ras karkas berada di harga Rp33.500 per kilogram dan telur ayam ras Rp30.767 per kilogram. Ikan tongkol dijual Rp35.000 per kilogram.
Sementara itu, harga komoditas bumbu dapur masih berada pada kisaran yang relatif tinggi. Bawang merah tercatat Rp37.667 per kilogram, bawang putih Honan Rp38.667 per kilogram, dan bawang bombai Rp45.000 per kilogram.
Di tengah harga sejumlah komoditas yang masih tinggi, sayur dan buah memberikan pilihan dengan harga lebih terjangkau. Tomat menjadi komoditas dengan harga terendah, yakni Rp7.000 per kilogram.
Sawi hijau, kangkung, ketimun sedang, kacang panjang dan ketela pohon masing-masing berada di harga Rp10.000 per kilogram. Kentang sedang dijual Rp22.000 per kilogram, sementara pisang lokal Rp10.000 dan jeruk lokal Rp15.000 per kilogram. (Tim Redaksi)













