Suwawa, Berita – Target produksi PT Gorontalo Minerals (GM) mulai memiliki titik waktu yang jelas. Perusahaan menargetkan kegiatan produksi mulai berjalan April 2027, diawali dengan pengolahan bijih secara bertahap seiring kesiapan fasilitas tambang dan processing plant.
Direktur PT Gorontalo Minerals Mohammad Sulthon menyampaikan target tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama DPRD Bone Bolango, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, dan Satgas Pemuda Peduli dan Pengawal Tambang di Ruang Rapat DPRD Bone Bolango, Rabu (16/9/2026).
Sulthon menjelaskan, sebelum memasuki tahap produksi, perusahaan saat ini menjalankan sejumlah pekerjaan secara paralel, mulai dari eksplorasi, pembangunan infrastruktur pendukung, pengembangan area tambang hingga persiapan fasilitas pengolahan.
Di sektor eksplorasi, aktivitas perusahaan difokuskan di Prospek Cabang Kiri. Hingga Agustus 2026, pemboran telah mencapai sekitar 30.000 meter dengan dukungan sekitar 140 tenaga kerja.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih detail mengenai kondisi geologi dan potensi mineral di bawah permukaan. Prosesnya diawali pemetaan, pengambilan sampel batuan permukaan, kemudian dilanjutkan pemboran menggunakan metode coring untuk memperoleh contoh batuan dari kedalaman tertentu.
Saat ini PT GM mengoperasikan empat unit alat pemboran baru. Pemboran dengan kedalaman hingga sekitar 1.000 meter masih membutuhkan kontraktor dengan kemampuan teknis khusus karena jumlah penyedia jasa dengan kapasitas tersebut masih terbatas.
Di sisi pengembangan tambang, PT GM menyiapkan kawasan Motomboto North sebagai wilayah awal pengembangan untuk sekitar tiga hingga empat tahun.
Sulthon mengatakan pembangunan fasilitas tambang dan processing plant ditargetkan rampung pada awal kuartal II 2027. Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian penting untuk membawa kegiatan dari tahap pembangunan menuju pengolahan dan produksi.
“Produksi direncanakan mulai berjalan pada 2027. Tahap awalnya ditargetkan mulai April 2027,” ujar Sulthon.
Ia menjelaskan, produksi tidak langsung mencapai kapasitas penuh. Setelah mulai beroperasi, volume produksi akan ditingkatkan secara bertahap dari bulan ke bulan mengikuti kesiapan fasilitas dan metode pengolahan yang digunakan.
Perusahaan menargetkan pada akhir 2027 sudah dapat menyampaikan capaian produksi yang dihasilkan.
Dengan target tersebut, April 2027 menjadi salah satu tahapan penting dalam rencana pengembangan PT GM setelah serangkaian pekerjaan eksplorasi dan pembangunan dilakukan.
Untuk menopang kegiatan tersebut, pengembangan pertambangan PT GM dibagi dalam tiga kluster utama.
Kluster pertama mencakup area pendukung seperti camp, jetty, workshop dan fasilitas penunjang lainnya. Kluster kedua berupa jaringan jalan tambang yang menghubungkan kawasan kegiatan. Perusahaan menyebut telah membangun pioneering road sekitar 33 kilometer dari wilayah selatan menuju utara.
Sementara kluster ketiga merupakan kompleks penambangan Motomboto.
Sejumlah fasilitas lain juga dipersiapkan, antara lain area pertambangan Motomboto North, fasilitas pengolahan emas, fasilitas bahan peledak hingga kompleks pemukiman karyawan yang ditargetkan dilengkapi sekitar Maret atau April.
Dari sisi pengadaan, Sulthon memaparkan sekitar 68 persen nilai kontrak PT GM saat ini dikerjakan pihak nasional, sementara sekitar 32 persen melibatkan pihak lokal.
Komposisi tersebut masih dapat berubah mengikuti kebutuhan perusahaan. Untuk teknologi tertentu yang belum mampu disediakan vendor lokal maupun nasional, PT GM membuka kemungkinan menggunakan penyedia atau teknologi internasional.
Sementara untuk kebutuhan supply perusahaan, Sulthon menyebut sebagian besar telah melibatkan pihak lokal maupun nasional.
Hal tersebut menjadi salah satu bagian yang dapat dipantau bersama untuk melihat sejauh mana aktivitas perusahaan memberikan ruang bagi dunia usaha di daerah.
Tantangan Aktivitas Masyarakat
Di tengah persiapan produksi, PT GM juga menghadapi kondisi sosial di sekitar wilayah rencana pertambangan.
Sulthon menyampaikan masih terdapat sekitar 300–400 orang yang melakukan aktivitas masyarakat di sekitar Motomboto North. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang dipersiapkan perusahaan karena terdapat potensi persinggungan antara aktivitas masyarakat dan rencana kegiatan pertambangan.
Pengamanan khusus juga dipersiapkan pada sejumlah area kegiatan sebagai langkah antisipasi. Menurut perusahaan, langkah tersebut merupakan bagian dari pencegahan dan tidak didasarkan pada asumsi bahwa gangguan pasti terjadi.
Koordinasi dan konsultasi lebih lanjut dengan pihak terkait juga akan dilakukan untuk memastikan langkah yang disiapkan dapat berjalan sesuai kondisi lapangan.
Dengan sejumlah pekerjaan yang berlangsung bersamaan, perkembangan PT GM kini memasuki fase penting menuju target produksi 2027.
Eksplorasi terus berjalan, infrastruktur dibangun, fasilitas pengolahan dipersiapkan, sementara persoalan sosial di sekitar wilayah tambang juga menjadi bagian yang harus ditangani.
Dalam forum tersebut, perkembangan kegiatan PT GM menjadi perhatian bersama, terutama terkait capaian eksplorasi, pembangunan processing plant dan fasilitas tambang, keterlibatan tenaga kerja serta penyedia lokal, hingga mitigasi potensi gesekan dengan aktivitas masyarakat.
April 2027 kini menjadi tenggat yang dinantikan—bukan sekadar tanggal produksi, tetapi titik pembuktian dari rangkaian pekerjaan yang sedang dibangun PT Gorontalo Minerals. (Tim Redaksi)














