Kota Gorontalo, Berita – Harapan membuka akses yang lebih kuat menuju Pinogu terus didorong Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Setelah melalui berbagai tahapan koordinasi dan persiapan teknis, pembangunan awal Jalan Tulabolo-Pinogu ditargetkan mulai dirintis pada 2028.
Target tersebut disampaikan dalam Forum Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Pinogu bertema “Membangun Ekosistem Kolaborasi Lestari untuk Percepatan Pembangunan Akses Jalan Tulabolo-Pinogu” di Hotel Aston Kota Gorontalo, Senin (24/8/2026).
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengatakan target tersebut didukung sejumlah tahapan yang saat ini sedang dipacu, mulai dari penetapan status jalan, survei database jalan dan jembatan, penyusunan feasibility study (FS), detail engineering design (DED), hingga dokumen lingkungan.
“Insya Allah kita menargetkan 2028 ini mudah-mudahan sudah ada rintisan awal pembangunan jalan,” ujar Iwan.
Menurutnya, 2026 menjadi fase penting untuk memperkuat fondasi pembangunan. Pemerintah daerah melalui dinas teknis tengah melakukan survei dan pendataan sebagai bagian dari proses penetapan status Jalan Tulabolo-Pinogu.
Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyusunan FS yang harus dilakukan secara matang agar mampu menjadi dasar kuat bagi penyusunan desain teknis.
Iwan mengatakan penyusunan DED didorong pada awal 2027, bersamaan dengan persiapan dokumen lingkungan seperti AMDAL. Pemkab Bone Bolango juga telah mendorong dukungan pembiayaan melalui APBD Provinsi Gorontalo.
Target 2028 tersebut, kata Iwan, tidak mungkin dicapai jika pembangunan hanya mengandalkan kemampuan fiskal kabupaten. Karena itu, seluruh sumber dukungan dan skema pembiayaan yang memungkinkan terus dibuka.
“Kita dorong ini menjadi kerja bersama, lintas kewenangan dan lintas kabupaten,” katanya.
Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan Jalan Tulabolo-Pinogu tidak lagi berhenti pada pembahasan, tetapi mulai memasuki tahap pembangunan nyata.
Bagi Pemkab Bone Bolango, target 2028 menjadi momentum untuk mengubah agenda percepatan Jalan Tulabolo-Pinogu dari sekadar rencana menjadi pembangunan yang mulai terlihat di lapangan. (Tim Redaksi)














