Kabila, Berita – Bone Bolango mulai mengakselerasi transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan produktif. Melalui Gerakan Tanam Serempak Padi Metode Pertanian Modern Adventure Agriculture System (PM-AAS), Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menargetkan peningkatan produktivitas padi dari rata-rata 5–6 ton menjadi sedikitnya 10 ton per hektare sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat menghadiri Gerakan Tanam Serempak Padi Metode PM-AAS yang dipusatkan di lahan Kelompok Tani Mutiara, Desa Talango, Kecamatan Kabila, Kamis (30/7/2026).
Bupati menilai penerapan metode PM-AAS menjadi langkah maju dalam pembangunan sektor pertanian karena mengubah pola budidaya padi dari sistem konvensional menjadi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kegiatan ini sangat menarik karena cara pengelolaan pertanian sudah berubah dari kebiasaan manual menjadi sistem yang modern. Mulai dari pemilihan benih, pengolahan lahan, pengairan, pemupukan hingga pengendalian hama dilakukan secara terpadu dan berdasarkan kaidah ilmiah,”ujar Ismet.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah menyentuh hampir seluruh sektor, termasuk pertanian. Karena itu, para petani didorong untuk beradaptasi dengan inovasi agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan. Ia optimistis penerapan metode PM-AAS akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan pola tanam sebelumnya.
“Kalau selama ini hasil panen rata-rata masih di kisaran 5 sampai 6 ton per hektare, melalui sistem modern ini kita berharap bisa meningkat hingga mencapai 10 ton per hektare. Ini harus menjadi semangat bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengembangkan pertanian modern di Bone Bolango agar daerah mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap produksi pangan di Provinsi Gorontalo maupun secara nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bone Bolango, Roswaty Agus, menjelaskan Gerakan Tanam Serempak PM-AAS dilaksanakan secara serentak di enam titik di Provinsi Gorontalo sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian usai pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan.
Ia mengatakan, metode PM-AAS merupakan bagian dari program nasional yang menargetkan penerapan pertanian modern pada lahan seluas 1 juta hektare di seluruh Indonesia.
“Untuk Provinsi Gorontalo ditargetkan seluas 6.500 hektare, sedangkan Kabupaten Bone Bolango mendapat target 1.313 hektare. Angka ini merupakan yang tertinggi di Provinsi Gorontalo,” ungkap Roswaty.
Menurutnya, target tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi pertanian Bone Bolango dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Roswaty berharap dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian hingga para petani, sehingga target luas tanam maupun peningkatan produktivitas dapat tercapai secara optimal.
“Dengan penerapan metode PM-AAS, kami optimistis produktivitas padi di Bone Bolango akan meningkat signifikan dan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (Tim Redaksi)














